Tips Memilih Modem GSM dan CDMA Bagi anda warga baru internet Indonesia, anda butuh pengetahuan atau informasi yang tepat dalam mengarungi lautan internet. Tujuannya tidak lain agar anda bisa berselancar di lautan internet dengan memuaskan. Yaitu membayar taif internet seringan-ringannya dengan kecepatan secepat-cepatnya.Pengguna Laptop atau Personal komputer harus tahu informasi ini supaya tidak menyesal dikemudian hari. Seperti pengalaman beberapa teman saya yang kecewa karena salah beli produk.
Umumnya memilih modem sama saja kualitasnya. Tapi bagi anda yang berada di kota kecil atau desa, maka anda harus jeli membeli modem karena tidak semua modem bagus dan tidak semua modem bisa digunakan.
Inilah tips memilih modem GSM–CDMA yang bagus berdasarkan informasi yang saya baca dan pengalaman saya menggunakan modem selama kurang lebih 4 tahun.
- Pastikan Layanan Operator ada di daerah anda.
Bagi anda yang tinggal didesa yang jangkauan internetnya terbatas, anda harus tahu didaerah anda tersebut apakah sudah tersedia semua layanan. Jika tidak, pastikan layanan yang ada dulu baru beli modemnya. Jika layanan yang ada hanya jaringan GSM, maka jangan beli CDMA karena akan percuma. Jangan merasa cukup dengan koneksi GPRS, atau EDGE saja. Paling tidak anda harus mendapatkan sinyal 3G. Sebagian besar modem USB GSM baru bisa bekerja dengan baik kalau mendapatkan sinyal 3G, walaupun itu cuman 1 atau 2 bar. Seandainya di tempat anda hanya ada sinyal EDGE atau GPRS, mending gunakan HP anda saja. Itu lebih mudah dan bagus. - Ada baiknya pilih paket Bundling.
Jika anda sudah menemukan operator yang sinyalnya bagus, ada baiknya, diawal anda bisa mendapatkan paket modem USB yang sudah di-bundling, dengan skema bundling setidaknya Anda akan dimudahkan dalam urusan setting dan pastinya ada bonus paket data yang siap dinikmati. - Lihat Fasilitas yang ada di modem.
Sebaliknya bila Anda membeli modem USB non bundling, pastikan sebelum membeli untuk mengetahui spesifikasi modem USB yang dibeli, apakah telah cocok dengan jaringan operator yang ingin Anda gunakan, jangan sampai Anda ingin menggunakan paket internet CDMA, tapi yang Anda beli justru modem USB berbasis 3G/HSDPA. - Kemudahan Setting Modem.
Beberapa modem memang agak sulit di setting. Juga tidak menampakkan menu yang mudah diakses. Dan terasa sekali betapa software pendukung dan antar muka-nya tidak secara maksimal digarap. Untuk yang seperti ini, baiknya anda mendapatkan yang versi bundling saja. Karena biasanya pihak operator akan membantu menyettingkan modem anda di laptop. - Perhatikan Merek Modem dan Layanan Purna Jual.
Ada beragam pilihan merek modem USB, perhatikan merek modemya. Setidaknya merek-merek dari vendor global bisa menjadi jaminan awal, ini juga berlaku untuk modem yang di-bundling operator. Juga perhatikan ketersediaan jaringan purnal jual (service) yang tersedia. Jangan lupa untuk tanyakan mengenai garansinya, bila di-bundling oleh operator, tanyakan bagaimana mekanisme perbaikannya bila suatu saat rusak. - Pilih modem yang support terhadap semua OS.
Pastikan modem anda sudah mendukung OS yang populer, paling tidak Windows dan Linux-lah, karena kebanyakan modem mendukung Windows dan Mac, namun tidak Linux, ini untuk kemudahan instalasi. Kecuali jika anda jago Linux, mau modem seperti apapunbisa anda atasi - Desain modem USB.
Ini terpengaruh dengan bagaimana port USB di laptop anda diletakkan. Biasanya satu usb port di kiri, dan dua di kanan. Laptop keluaran terbaru, biasanya juga cuman punya 3 usb port. Bahkan ada yang tega cuman memberi 2 atau satu saja macam si MacBook Air itu. Nah, supaya kita bisa menggunakan semua port usb yang ada di laptop, maka kita harus pastikan modem USB kita itu cukup tipis, tidak terlalu lebar dan gendut sehingga menghalangi lubang port USB lainnya. Solusinya adalah saat membeli modem bawa juga laptopnya. Kan bisa dicoba langsung.
No comments:
Post a Comment